Kuesel nya bukan main. Hari ini ada arisan RT. Lha kenapa kok kesel mbah? Apa hubungannya dengan arisan RT, DPT, dan kesel? Itu loh, tadi pas arisan RT, pak RT saya bilang kalau saya dan istri sekaligus anak tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu legislatif 2009 tahun ini. Kaget juga diberitahu hari ini. Saya pikir, saya sudah bisa menyalurkan aspirasi saya pada Pemilu legislatif tahun ini.

Kemudian saya konfirmasi secara face to face (halah, kok seperti mas tukul aja ) dengan pak RT. Beliau menerangkan bahwa sebenarnya nama saya dan istri saya sudah diusulkan dalam formulir pendaftaran Pemilih baru beserta 7 orang lainnya (semua warga RT saya). Tapi, KPU daerah ternyata hanya memasukkan 6 orang saja. Sehingga yang 3 orang termasuk saya tidak mempunyai hak pilih pada pemilu legislatif tahun ini.

Yang saya herankan, kenapa KTPĀ  dan surat keterangan RT tidak bisa digunakan sebagai bahan rujukan bahwa saya benar-benar warga di TPS yang sekarang ini saya tinggali. Meskipun demikian, besok senin saya akan menanyakan ke Ketua PPS, barang kali nama saya tersangkut di TPS lain.

Kalaupun tidak jadi nyontreng, itu bukan salah saya kalau saya Golput. Karena saya sudah berusaha menunjukkan KTP dan KK, dan saya tidak ada niatan untuk Golput karena saya lebih suka makan SIput (wekekek, apa ada hubungannya… )