Setelah kebakaran hari Kamis kemarin, Kegiatan pasar besar kota Madiun dilakukan di jalan Jend. Sudirman atau tepatnya jalan depan Pasar Besar Kota Madiun. Karena tempat yang disediakan oleh pemerintah kota madiun cuma lahan itu. Kebanyakan memang para pejual sayun dan lauk baik siap santap ataupun masih bahan mentah. PAgi ini sekitar pukul 1 diniari kegiatan transaksi sudah mulai ramai.
Wah, jam segini ngapain keluyuran mbah? . Tadi sempat jalan-jalan sama Cinta Laira dan Mamanya lewat Pasar Besar. Sambil jalan-jalan dan beli usus ayam kesukaan saya nyammm… :d, kemudian istri saya bilang ke salah satu pedagang kue ” Biasanya jualan di Pasar juga buk ” . Kemudian si penjual kue bilang ” Iya, kelangan omah tingkat mbak” (”Iya, kehilangan rumah susun” – pasar besar ). Sediiihhh banget. Tempat yang selama ini menjadi tulang punggung kehidupan sehari-hari harus ludes dilalap api. Entah kapan Pasar besar akan bisa difungsikan kembali.
Selain itu rasa was-was pasti juga akan timbul karena kemungkinan apabila pasar besar difungsikan lagi, tempat dagang yang dulu sudah banyak pelanggan, pasti berpindah tempat. Semoga saja mereka tabah menghadapi cobaan ini. Dan bagi kita, supaya selalu instropeksi diri dan selalu bersyukur karena nasib kita lebih baik dari mereka.


seharusnya para orang yang mengurus pasar juga harus bisa belajar dari pengalaman. bener nggak mbah…??? hehehe…
Sukur lah.. artinya mbah mul udah ngak bingung lagi untuk dapetin kebutuhan dapur. Yo tho mbah?
tonggoku rugi atusan juta bos. byuh2 sakne tenan
[...] si pemberi Dolar pada kita. Wah, google mbah? bukan. Tapi yang nyiptain dunia ini,dan yang membuat pasar besar madiun kebakaran. ingat Ibadah jangan sampai terlupakan demi Dolar yang pasti bisa [...]