Cara Menginstall Google Chrome di Ubuntu 11.10
Cara Menginstall Google Chrome di Ubuntu 11.10. Ubuntu 11.10 telah terinstal Firefox sebagai web browser default. Meskipun Firefox selalu meningkatkan kinerjanya dalam versi terbaru, hal ini sepertinya tidak begitu berhasil bila dijalankan dengan cepat di platform Linux seperti Ubuntu, bila dibandingkan dengan Google Chrome. Chrome web browser didasarkan pada proyek sumber terbuka atau open source yang disebut – cromium. Cromium web browser ini sudah tersedia di Ubuntu Software Center, dan mendukung semua fitur semua tema, ekstensi atau hal lainnya.
Firefox sangat populer mungkin karena banyaknya add-ons, (dengan kata lain saya bisa mengatakan bahwa Anda bisa mendapatkan add-on untuk semuanya, di Firefox), namun kecepatan firefox masih kalah jauh dibandingkan Chrome, khususnya dalam kasus ketika Anda menggunakan dengan Ubuntu 11,10, Fedora, Linux Mint atau distro Linux lainnya dengan banyak membuka tab dan sejumlah plugin telah diinstal di atasnya (Ketika saya menginstal kedua Google toolbar dan Alexa toolbar bersama-sama – maka pengalaman browsing yang mengerikan ). Di sisi lain, Google Chrome memiliki kinerja yang layak (kecepatan, stabilitas) pada Ubuntu.
Oleh karena itu Anda juga dapat mencoba menginstal Google Chrome WEb Browser dari Software Center atau jika Anda ingin menginstal Google Chrome, maka cukup download paket debian dan menginstalnya baik dari baris perintah atau Klik kanan pada file tersebut dan buka dengan Ubuntu Software Center. Read more
Install Apache2 dengan PHP5 dan MySQL Server di Ubuntu Server 10.04
Cara meng install apache2, PHP5 dan MySql Server di Ubuntu 10.04 ini mungkin berguna bagi Anda yang lagi belajar Ubuntu Server. Caranya pun cukup mudah. Simak saja ya..
Setelah masuk terminal, silakan login sebagai root. atau ketikkan “sudo” untuk login sebagai root.
1. Langkah pertama adalah install MySql 5
ketikkan : aptitude install mysql-server mysql-client
Setelah itu, Anda akan diminta untuk memberikan password untuk user root MySQL – password ini berlaku untuk user root @ localhost serta root@server1.example.com, jadi kita tidak perlu menentukan password root MySQL secara manual di kemudian hari :
2. Install Apache2
Apache2 tersedia sebagai paket Ubuntu, oleh karena itu kita dapat menginstalnya seperti ini:
aptitude install apache2
setelah selesai install, silakan coba di browser ketikkan ip localhost
kalau berhasil, tampilannya akan seperti ini :
Standar dokumen root Apache adalah /var/www pada Ubuntu, dan file konfigurasi /etc/apache2/apache2.conf. Tambahan konfigurasi disimpan dalam subdirektori dari direktori /etc/apache2 seperti /etc/apache2/mods-enabled (untuk modul Apache), /etc/apache2/sites-enabled (untuk virtual host), dan /etc/apache2/conf.d.
3. Install PHP5
Kita dapat menginstal PHP5 dan Apache PHP5 modul sebagai berikut:
aptitude install php5 libapache2-mod-php5
Kita harus me-restart Apache setelah itu:
/etc/init.d/apache2 restart
Selesai. Begitulah cara instal apache2 dengan php5 dan MySql 5 Server
Enable dan Disable Password Root di Ubuntu
Ubuntu adalah salah satu distro Linux di luar sana yang tidak akan memungkinkan mendapat account root. Jika akun root Anda ingin melakukan sesuatu dengan izin root pada konsol Anda harus mengetikkan “sudo” sebelum perintah. “sudo” berarti “SuperUser” dimana akun Kita akan mendapatkan hak-hak layaknya user “root”.
Selama proses installasi Ubuntu, kita tidak akan dimintai untuk memasukkan password “root”, oleh karena itu maka akun root Anda tidak akan aktif. Untuk mengaktifkan account root (yang tidak direkomendasikan) masukkan perintah berikut.
$ sudo passwd root
Ini akan prompt untuk password root yang baru dan setelah Anda konfirmasi, Anda dapat mulai menggunakan akun root untuk login.
Jika Anda ingin menonaktifkan akun root di ubuntu Anda perlu mengunci account root dengan menggunakan perintah berikut
$ sudo passwd-l root
Jika Anda ingin bekerja pada sebuah root console Anda sebaiknya menggunakan perintah berikut
$ sudo-i
Mengubah Sistem Ubuntu dari DHCP ke IP Static
Mengubah Sistem Ubuntu dari DHCP ke IP Static. Jika Anda telah menetapkan Sistem Ubuntu dengan menggunakan DHCP, dan Anda ingin mengubahnya ke alamat IP statis. Disini adala di sini adalah tip sederhana
buka /etc/network/interfaces
sudo vi /etc/network/interfaces
Jika Anda menggunakan DHCP untuk kartu jaringan utama Anda yang biasanya eth0, Anda akan melihat baris berikut
eth0 otomatis
inet dhcp eth0 IFACE
Seperti yang Anda lihat, itu menggunakan DHCP. Kita akan mengubah dhcp ke ip statis, dan kemudian ada sejumlah pilihan yang harus ditambahkan dan di sini adalah contoh dan Anda dapat mengubah pengaturan ini sesuai dengan pengaturan jaringan Anda.
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.100
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
Restart layanan neworking menggunakan perintah berikut
sudo /etc/init.d/networking restart
Perintah Dasar di Linux CentOS
Belajar Linux CentOS katanya lebih sulit dibandingkan Ubuntu. Namun bukan itu alasan kenapa saya belajar LInux CentOS. Hal ini karena kebutuhan pekerjaan yang harus dilakukan. Setelah diskusi dan menimbang dari berbagai informasi di internet akhirnya pilihan jatuh pada Linux CentOS. Langkah pertama adalah belajar Perintah Dasar di Linux CentOS.
Setelah browsing di Internet akhirnya dapet tutorial ini dari
web nya https://ekarh.wordpress.com/2007/11/18/seting-router-dengan-centos/ tentang Perintah Dasar di CentOS.
Secara umum perintah-perintah Linux dan UNIX memiliki sintaks sbb :
perintah [option…] [argumen…]
Option merupakan pilihan yang dapat kita gunakan untuk memberikan hasil tertentu dari suatu perintah. Argumen umumnya merupakan sesuatu yang akan diproses oleh perintah, misalnya nama file atau nama direktori.Tanda [ ] merupakan simbol bahwa option dan argumen tidak harus selalu digunakan dalam menjalankan perintah. Tanda titik-titik menandakan bahwa baik option dan argumen dapat lebih dari satu. Seluruh perintah dalam Linux dan UNIX bersifat case sensitive, jadi perintah LS akan dianggap berbeda dengan ls.Sekarang kita mulai dengan perintah-perintah dasar yang umum digunakan dalam Linux :
ls
Perintah ini merupakan perintah untuk menampilkan isi suatu direktori. Perintah ini mirip seperti perintah dir dalam DOS.
Ada beberapa cara untuk menggunakan perintah ini, misalnya :
# ls
# ls -l
Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perintah ls, silakan lihat di manual dengan perintah man ls.
more
Perintah more dapat digunakan untuk melihat isi suatu file teks dengan layar per layar. untuk keluar dari tampilan more dengan menekan tombol q.
cat
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke layar tanpa fasilitas tampilan layar per layar.
Biasanya digunakan bersamaan dengan pipeline atau redirection. Misal untuk menampilkan isi file /etc/passwd dan /etc/group, gunakan perintah :
# cat /etc/passwd /etc/group
cd
Perintah ini mirip seperti perintah cd dalam DOS yaitu digunakan untuk pindah ke direktori tertentu. Contoh perintah :
# cd /home/adje
Untuk menuju kembali ke direktori /home, maka digunakan perintah :
# cd ..
cp
Perintah ini digunakan untuk mengkopi suatu file atau direktori. misalnya :
# cp contoh1 contoh2
Perintah di atas maksudnya akan mengkopi contoh1 ke file contoh2. Untuk mengkopi seluruh direktori menggunakan perintah :
# cp -R /home/adje /home/afri
mv
Perintah ini digunakan untuk memindahkan suatu file ke lokasi lain atau dengan nama lain. Contoh :
# mv contoh1.php contoh2.php
#mv contoh1.php /home/adje/contoh2.php
rm
Perintah ini digunakan untuk menghapus direktori atau file. Perintah ini mirip dengan perintah del dalam DOS. Dalam menggunakan perintah ini agar hati-hati karena dalam Linux tidak ada perintah undelete atau unerase. Contoh penggunaan rm sbb :
#rm contoh1.php
Untuk menghapus suatu direktori gunakan perintah :
#rm /home/adje/temp
mkdir
Perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Misalnya :
#mkdir contoh
Pipeline
Pada Linux dan UNIX, hasil keluaran suatu proses program dapat diberikan sebagai input pada proses lainnya. Contohnya :
#ls -l /home/adje | more
grep
Perintah grep digunakan untuk men-filter masukan dan menampilkan dalam bentuk baris-baris yang sesuai dengan pola yang anda inginkan. Contoh :
# ps ax |grep wvdial
Redirection
Di dalam Linux atau UNIX, anda dapat membelok-belokkan standar input, output ataupun standar error menuju tujuan lain.
Misalnya anda dapat membelokkan standar output suatu program ke file atau membelokkan standar input suatu program dari suatu file.
Proses pembelokkan ini disebut redirection dan di *NIX digunakan simbol > (untuk membelokkan standar output ke file) dan simbol < (untuk membelokkan standar input dari file). Contoh :
Untuk menyimpan tampilan isi seluruh directori /etc ke sebuah file, gunakan perintah :
#ls -lR /etc > isi-etc
Untuk menambahkan isi file isi-etc dengan data lain, gunakan simbol >> (append) pada redirection, misal :
#ls -lR /home/adje >> isi-etc
Untuk membuat perintah mensortir data yang terdapat pada file contoh.txt dapat digunakan perintah :
#sort < contoh.txt
Perintah-perintah di atas adalah perintah-perintah yang sering digunakan dalam Linux atau UNIX. Bila anda masih merasa kesulitan silakan baca manual-nya terlebih dahulu. Karena membaca manual itu sangat penting bila kita sering meng-oprek Linux atau UNIX. Dari manual itu kita bisa mendapat solusi dari masalah yang kita hadapi
Perintah Dasar Linux dan sering dipergunakan
Perintah Keterangan
any_command --help Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian
perintah. "--help" sama dengan perintah pada
DOS "/h".
ls Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linu
x perintah "dir" hanya berupa alias dari perin-
tah "ls". Untuk perintah "ls" sendiri sering di-
buatkan alias "ls --color", agar pada waktu di
"ls" ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-
filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.
ls -al Melihat seluruh isi file pada direktori aktif be
serta file hidden, lalu ditampilkan layar per-
layar.
cd (directory) Change directory. Menggunakan "cd" tanpa nama di
rektori akan menghantarkan anda ke home direktor.
Dan "cd -" akan menghantarkan anda ke direktori
sebelumnya.
cp (source destination) Mengopi suatu file.
mcopy source destination Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem.
Contoh mcopy a:autoexec.bat/junk .
Gunakan "man mtools" untuk command yang sejenis
: mdir, mcd, mren, move, mdel, mmd, mrd, mformat
....
mv source destination Memindahkan atau mengganti nama file
ln -s source destination Membuat Simbolic Links,
contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X,
membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X
rm files Menghapus file
mkdir directory Membuat direktori baru
rmdir directory Menghapus direktori yang telah kosong
rm -r files (recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya.
Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda
login sebagai root, karena root dengan mudah
dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan
perintah di atas, tidak ada perintah untuk un-
delete di Linux (belum)
more Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampil- kan layar per layar.
less filename Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol "q" apabila ingin keluar,pico filename Edit suatu text file.
pico -w filename Edit suatu text file, dengan menonaktif- kan fungsi word wrap, sangat berguna untuk meng- edit file seperti /etc/fstab.
lynx file.html Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampil- kan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya mengingin- kan suatu artikel tanpa image.
tar -zxvf filename.tar.gz Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncomp ress file tersebut (*.tar.gz or *.tgz), untuk me letakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt
tar -xvf filename.tar Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkom- press (*.tar).
gunzip filename.gz Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz" or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.
bunzip2 filename.bz2 Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti "bzip2", digunakan pada file yang besar.
unzip filename.zip Meng-uncompress file dengan format (*.zip) deng- an utiliti "unzip" yang kompatibel dengan pkzip for DOS.
find / -name "filename" Mencari "namafile" pada komputer anda dimulai de ngan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).
locate filename Mencari file dengan string "filename". Sangat mu dah dan cepat dari perintah di atas.
pine Email reader yang sangat mudah digunakan, dan menjadi favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai email yang sangat customize yaitu "mutt",
talk username1 Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg se dang login pada mesin kita (atau gunakan "talk username1@machinename" untuk berbicara dengan komputer lain) . Untuk menerima undangan perca kapan, ketikkan"talk username2". Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dira sakan mengganggu, anda bisa menggunakan perinta "mesg n" untuk menolak pesan tersebut. Dan guna kan perintah "who" atau "rwho" untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut.
mc Menjalankan "Morton Commander" ... eh... salah maksudnya "Midnight Commander" sebagai file manager, cepat dan bagus.
telnet server Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer la in dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin terse- but, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi "open text", juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.
rlogin server (=remote login) Menghubungkan anda ke komputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda terse- but telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya. rsh server (=remote shell) Jalan lain untuk menghu- bungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berla- ku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh. ftp server Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna un- tuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh seba- gai gantinya.
minicom Program Minicom (dapat dikatakan seperti "Procomm/Hyperterminal for Linux").
./program_name Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda
xinit Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).
startx Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah "win" under DOS dengan Win3.1
startx -- :1 Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan , , etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.
x-term (pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan "exit"
xboing (pada X terminal). Sangat lucu deh ...., seperti games-games lama .....
gimp (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photo- shop, yang membedakan adalah program ini gratis.
netscape (pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
netscape -display host:0.0 (pada X terminal) menjalankan netscape pada me- sin yang aktif dan menampilkan outputnya pada me sin yang bernama "host" display 0 screen 0. And harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin "host" dengan perintah "xhost"
shutdown -h now (sebagai root) Shut down sistem. Umumnya diguna- kan untuk remote shutdown. Gunakan untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).
halt reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.
man topic Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuai dengan topic. Coba "man man". lalu tekan "q" untuk keluar dari viewer. Perintah "in fo topic" Manual pages dapat dibaca dilhat de- ngan cara "any_command --help".
apropos topic Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..
pwd Melihat direktori kerja saat ini
hostname Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah " netconf" (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts
whoami Mencetak login name anda
id username Mencetak user id (uid) atau group id (gid)
date Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah; date 123123572000
time Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyele- saian suatu proses + info lainnya. Jangan dibin- gungkan dengan perintah "date"
who Melihat user yang login pada komputer kita.
rwho -a Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root utk mengaktifkannya. finger username Melihat informasi user, coba jalankan; finger root last Melihat user sebelumnya yang telah login di kom- puter.
uptime Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh se- seorang, terhitung proses reboot terakhir.
ps (=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
ps axu Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga ditampil- kan nama dari user untuk setiap proses.
top Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu. uname -a Informasi system kernel anda
free Informasi memory (dalam kilobytes).
df -h (=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)
du / -bh (=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).
cat /proc/cpuinfo Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).
cat /proc/interrupts Melihat alamat interrupt yang dipakai.
cat /proc/version Versi dari Linux dan informasi lainnya.
cat /proc/filesystems Melihat filesystem yang digunakan.
cat /etc/printcap Melihat printer yang telah disetup
lsmod (as root) Melihat module-module kernel yang telah di load.
set Melihat environment dari user yang aktif
echo $PATH Melihat isi dari variabel "PATH". Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan variabel environmen lain dengan baik. Gunakan "set" untuk melihat environmen secara penuh.
dmesg Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot. (menampilkan file: /var/log/dmesg).
clear Membersihkan layar.
adduser Menambah pengguna.


