Pernahkan Anda melihat bayi Anda merangkak? Atau sudahkah bayi Anda merangkak. Atau Anda lebih memilih membiarkan bayi Anda tidak merangkak sama sekali? Weleh-weleh, Ada apa dengan merangkak. Ternyata kecerdasan otak seseorang bisa dilatih dengan merangkak.

Tadi siang saya muter-muter sama om saya di daerah perumahan Bumimas Madiun untuk mencari informasi tentang Biaya penyelenggaraan sebuah OutBound. Setelah urusan akomodasi terpenuhi, sempat trainer outbound itu bilang tentang pentingnya “bayi merangkak“.

Dalam diri manusia terbagi menjadi dua. Bagian kiri dan kanan “kalau dibelah dengan batasan pusar”. Otak kiri kita mengotrol tubuh bagian kanan, sedangkan otak kanan kita mengontrol tubuh bagian kiri, begitu penjelasannya. Terus apa hubungannya dengan bayi merangkak?

Bayi merangkak menggunakan kedua lutut dan kedua tangannya. Dengan demikian, masing masing lutut dan tangan bekerja sama untuk mencapai tujuan di depan. Karena kedua bagian tubuh bergerak secara bergantian, secara tidak langsung sebenarnya otak kanan dan kiri bayi itu sedang bekerja. Hal itu sangat bagus karena kemampuan otak bayi diasah sejak dini.

Oke bapak-bapak, ibu-ibu, Anda pilih mana? Membiarkan bayi Anda merangkak atau memfasilitasi dengan peralatan bayi yang modern seperti walkytrolly (bener ga nulisnya?).