Perasaan gembira sebenarnya sudah sejak kemarin, namun baru hari ini bisa posting. Selama 10 hari terakhir, mulai tanggal 18 Nopember saya termasuk anggota panitia penerimaan CPNSD kota Madiun. Sebagai tenaga bantu dari luar bagian kepegawaian yang punya gawe, saya merasa bangga ikut terlibat dalam penerimaan CPNSD tahun ini. Sebenarnya memang bukanlah hal yang istimewa, namun bagi saya adalah istimewa karena dulu saya membayangkan pada waktu pertama kali datang ke madiun untuk mencari pekerjaan.
Saya menjadi tahu bagaimana proses penerimaan CPNSD mulai dari awal sampai akhir. Dari situ saya jadi tahu kesempatan ada “main-main” apa ga. Selama saya ikut ambil jadi panitia, ternyata kesempatan untuk “main-main” itu sangat kecil, bahkan tidak mungkin. Karena pengawasannya dilakukan ketat sekali, mulai dari selain panitia dilarang masuk ke ruangan pemberkasan, kemudian pengawas panitia juga terus memantau proses penyelenggaraan sampai hari terakhir.
Ada beberapa kejadian menarik. Pada hari pertama, ada pelamar yang menyertakan poto full body telanjang disertai bau-bau menyan. hehe..ilmu hitam sudah masuk di hari pertama..D:. Kemudia kejadian soal poto. Ada pelamar yang hanya menyertakan 2 poto (syaratnya 4 poto). Setelah diberi balasan bahwa potonya kurang 2, si pelamar mengirimkan surat lamaran lagi namun potonya hanya 3. Apes banget dia, padahal waktu penerimaan berkas tinggal sehari. Ada lagi yang mengirimkan berkas lamaran kurang lengkap dan memaksa ngeyel dengan membawa-bawa nama pejabat pemkot, namun panitia juga tidak mau ambil resiko, karena syarat kurang, tetep Tidak Memenuhi Syarat untuk ikut test. dan kejadian-kejadian lainnya.
Sebenarnya, proses penerimaan CPNSD kota madiun paling mudah. Hanya dengan mencantumkan berkas lamaran seperti : ijasah + transkip, kartu kuning, poto 4 lembar hitam putih, amplop balasan, surat lamaran. Sudah itu saja bisa mengikuti test. Tanpa harus menyertakan KPT, SKCK, surat sehat, dsb. Dan apabila diterima sebagai CPNS, baru melampirkan syarat-syarat komplit sehingga biaya untuk melamar tidak membengkak. Setelah diterima, biaya berapapun untuk mengurus syarat pasti dipenuhi dengan senang hati karena sudah pasti jadi CPNS. begitu kira-kira tujuan dari peminimalan syarat-syarat itu.
Oke deh, bagi pelamar CPNSD yang sudah mendapatkan KArtu TEst, semoga sukses. Bagi yang belum , coba di kesempatan berikutnya.
sekian


wah.. panitia ya ? hebat…
Berkas saya gimana, Mbah???
Apakah sudah diterima???
Iya mas…banyak yang ngeyel gitu juga di kabupaten Madiun. Kebetulan saya dapet cerita dari kakak yang kerja di BKD Kab.
Hehehehehe..lucu juga sampai ada yang bawa2 nama pejabat juga. Emang negara ini milik moyang dia apa? hehehehe…
Iya mas saya juga pernah ikutan jadi panitia penerimaan…cuman kasian juga kuota cuma sedikit tapi yang daftar sampai ribuan orang…ternyata PNS masih jadi idola juga
Salam kenal juga mbahmul dari adang
Cucumu dah punya blog pribadi lho mbah sekarang he2…
gak ada yang bawa ayam hitam + amplop ke rumah ??
Brarti gak beda jauh sama pilkades di tempursari mbah… sama2 pakek menyan tapi ditambah amplop
[...] juga merupakan salah satu peserta test yang lolos sampai ujian terakhir (wawancara). Memang sih, pekerjaan PNS bukanlah satu-satunya pekerjaan yang didambakan oleh banyak orang seperti mas iwan yang ogah jadi [...]
kartuku mana ya?
[...] dolar dari Internet. Setelah sebelumnya perasaan, pikiran saya sempat terombang ambing antara Pekerjaan dan Ngeblog yang sering saya lakukan di Kantor. Memang sih, dulu saya ngeblog setelah semua [...]
[...] kerja pagi hari pada hari Kamis dan jum’at kena Undangan khusus Pembinaan Staf dari Bapak Sekkota madiun yang diwakili oleh Asisten II bidang Administrasi. Dalam acara itu beliau memaparkan tentang [...]