Beberapa hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Semuanya masalah KEPERCAYAAN. Berawal dari bisnis offline dengan seorang teman saya yang dari Solo sampai masalah TUKERAN LINK. Memang yang parah adalah bisnis offline saya yang amburadul gara-gara KEPERCAYAAN saya terhadap teman yang terlalu berlebihan, sampai sekarang bisnis itu belum kelar padahal sudah jatuh tempo. Yang satu ini memang tidak parah secara lahiriah. Namun meresap dalam batin yang paling dalam..wuih.bahasanya mbah….kok kayaknya lebay…:)
Memang menurut beberapa sumber, tukeran link itu bisa menaikkan Page Rank. Bener ga ? Namun, dibalik nilai atau angka Page Rank, sebenarnya TukeranĀ LInk bisa lebih dari pada itu. Misalkan, menambah jaringan pertemanan, menambah wawasan. Karena menurut saya, tukeran link itu memudahkan kita untuk selalu mengunjungi blog-blog rekan-rekan blogger lain. Sehingga jalinan silaturahmi lewat media online akan terus berjalan.
Namun bagaimana kalau tukeran link itu disalah gunakan?
Bisa jadi tali silaturahmi itu akan meregang. MAU? Kalau saya sih TIDAK MAU. Bagi saya kenal dengan semua orang itu lebih membahagiakan dari pada kenal banyak musuh. Wah kok ndleder to mbah?
Awalnya adalah saya senang tukeran link dengan semua blogger di seantero jagad ini. Karena dengan tukeran link, saya bisa senantiasa mengunjungi blognya tanpa harus mengingat url blog temen blogger tersebut. Sebenarnya kejanggalan sudah saya ketahui sejak pertama “saya meminta” tukeran link. 
Beliau menanyakan “berapa alexa dan page rank blog saya”. Langsung saja saya NYESEL, MALU, BINGUNG.


Saya MALU karena pada saat itu blog ini belum mempunyai Page Rank dan Alexa masih diatas 1 Jutaan. Saya NYESEL karena “meminta dan mengemis” ditempat yang salah. dan Saya BINGUNG, kok ada ya blogger yang kayak gitu. Wong Blogger sekelas Bayu Mukti aja dengan sukarela memberikan link blog ini di blogroll nya beliau, dan mas iwan malah tanpa diminta sudah membuatkan link blog ini di blogrollnya. Saat itu Page Rank blog Bayu Mukti sudah 4, sedangkan blog mas iwan sudah 3. (more…)